Monday, 25 March 2019

Cadar, Budaya Arab atau Wahyu Tuhan?


Cadar, Budaya Arab atau Wahyu Tuhan?Diskursus seputar "cadar" kembali mencuat ke permukaan global semenjak kasus pelarangan cadar oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga terhadap para mahasiswinya. Dalam kasus itu, tampil sosok  agamis yang cukup berpengaruh dan memangku jabatan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama, lalu dengan lantang menyuarakan bahwa cadar bukan ibadah, bukan pula perintah Agama, cadar tak lebih sekadar fenomena budaya.

Memang, semenjak kepemimpinannya, Nahdhatul Ulama mengalami banyak penyelewengan dan semua fatwa-fatwanya terkesan selalu butuh klarifikasi. Termasuk soal cadar. Tampak sekali, ketinggian ilmunya tak diimbangi dengan nuansa sufistik, sehingga keberadaannya hanya menjadi benalu bagi umat Islam, khususnya warga Nahdhatul Ulama.

Cadar, Budaya Arab atau Wahyu Tuhan?

Menyikapi wacana ini, sebenarnya kita harus mengurai benang historis "cadar" dalam budaya Arab terlebih dahulu. Mengingat, cadar selalu dikait-kaitkan dengannya. Jika kita mau bijak dengan mengaca pada sejarah, potret busana masyarakat Arab pra Islam lebih mirip dengan apa yang kita lihat di Barat saat ini. Mereka tak berbusana layaknya hewan yang tak tau malu, terlebih saat menyembah berhala. Setelah Islam datang, tradisi-tradisi semacam itu dihapus dan diganti dengan tradisi Islam yang bersumber dari wahyu. Hal ini ditandai dengan turunnya ayat hijab kepada umat Islam sebagai respon atas fenomena budaya yang tak terhormat itu.

Tradisi cadar semacam itu terus dijaga dan dirawat oleh umat Islam, bahkan hal itu berlangsung hingga akhir dinasti Usmani. Dan mereka lakukan semua itu atas dasar perintah Agama, bukan karena mengikuti trend budaya yang sedang berkembang.

Oleh karena itu, sangat tidak pas dan terkesan buta sejarah jika harus menganggap cadar sebagai budaya Arab yang tak layak digandrungi oleh masyarakat Islam di bumi Nusantara ini. Lebih-lebih menganggap hal itu bukan perintah Agama.

Referensi:

1. Tsarina Maharani dan Samsdhuha Wildansyah, Ketum PBNU: Cadar Bud2aya Arab, Bukan Perintah Agama, diakses dari https://m.detik.com/news/berita/d-3907550/ketum-pbnu-cadar-budaya-arab-bukan-perintah-agama pada Jumat, 15 Maret 2019.
2. Fakhruddin al-Razi, Mafatihul Ghaib, ( Beirut: Dari al-Fikr), 25/231.
3. Muhammad Zahid al-Kautsari, Maqalat al-Kautsari, (Kairo: Maktabah at-Taufiqiyah, t.t.), 232.

Saturday, 23 February 2019

Zina Muhsan, Begini Hukumannya!

Zina Muhsan, Begini Hukumannya! - Zina merupakan tindakan yang dilarang dalam Islam, bahkan termasuk jejeran maksiat kelas elit (Akbarul kabair) yang harus dijahui oleh setiap Muslim. Sebuah kemaksiatan yang diancam dengan hukuman terberat kelak nanti di akhirat.

Zina akan membawa petaka, tidak hanya bagi para pelakunya yang akan tercoreng dan cenderung dimarginanlkan di tengah-tengah masyarakat, keturunannya pun akan terkena imbas dari perbuatan yang tak pernah ia lakukan. Kenikmatan yang hanya terasa sesaat itu mampu menghilangkan harapan yang selama ini diimpikan. Dunia serasa hampa, tak ada sesuatu yang bisa diharapkan.

Zina Muhsan, Begini Hukumannya!

Allah selalu mewanti-wanti umat manusia agar tidak terjerumus dalam lembah perzinahan, mendekat pun tidak boleh. Allah berfirman dalam Surat al-Isra' ayat 32:

(وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا)

Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Dalam ayat ini, Allah melarang umat Islam untuk mendekat pada hal-hal yang mengantarkan pada perzinahan, seperti khalwat, pegangan tangan dll. Sebab, Allah mengetahui bahwa ketika anak Adam sudah mulai terjerat dalam indahnya perantara zina niscaya ia akan terbuai dan akan terus mengikuti hawa nafsunya sehingga ia terjatuh dalam kegelapan zina.

Dalam literatur kajian keislaman, khususnya ilmu fikih, zina dengan meninjau pelakunya terbagi menjadi dua bagian. Pertama, zina muhsan. Kedua, zina ghairu muhsan. Zina muhsan adalah tindakan perzinahan yang dilakukan oleh mereka yang pernah berhubungan intim dalam bingkai pernikahan yang sah. Kebalikan dari hal itu adalah zina ghairu muhsan.

Hukuman bagi zina muhsan lebih berat ketimbang hukuman bagi zina ghairu muhshon. Jika zina ghairu muhsan dihukum dengan cara dicambuk  100 kali dan diasingkan ke tempat yang jauh (seukuran jarak yang bisa dibuat qoshor sholat) maka pelaku zina muhsan harus dirajam sampai mati. Hal ini mengacu pada sebuah ayat yang telah dinasakh bacaannya namun tidak dinasakh hukumnya, yaitu:

الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة نكالاً من الله والله عزيز حكيم»

Ayat di atas tidak termaktub dalam al-Quran (mansukh tilawah) namun kandungan hukumnya tetap dijalankan dalam Islam. Sehingga, meskipun tidak ada ayat rajam dalam al-Quran, para pelaku zina muhsan harus tetap dirajam. Karena yang dinasakh hanya bacaannya saja, tidak pada hukumnya.


Adapun yang dimaksud rajam dalam hal ini adalah mengubur para pelaku zina hingga kepala yang tersisa (tidak terkubur) lalu dilempar dengan batu dengan ukuran sedang (tidak besar tidak pula kecil) sampai meninggal. Tindakan rajam ini hanya berhak dilakukan oleh pemerintah setempat. Semoga bermanfaat!!



Referensi: Sullam at-Taufik

Friday, 15 February 2019

Memahami Arti Ud'uni Astajib Lakum dalam al-Quran

Memahami Arti Ud'uni Astajib Lakum dalam al-Quran- Sejatinya, doa merupakan kebutuhan primer setiap hamba yang harus terpenuhi sebagai asupan rohani. Dengan doa, seorang hamba bisa menjalin komunikasi dengan Tuhan Sang Pencipta sehingga hubungan antar hamba dan Tuhan terjalin rapi dan sempurna.

Dalam al-Quran, Allah mendorong setiap hamba-nya untuk selalu meminta dan memohon apa saja yang ia inginkan dan bahkan Allah berjanji untuk mengabulkannya. Allah berfirman: 

(وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ)

Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (QS: al-Ghafir:60)
Memahami Arti Ud'uni Astajib Lakum Lebih Dalam

Baca Juga:

Kata " ud'uni astajib lakum ( berdoalah pada-Ku niscaya akan aku kabulkan) " merupakan janji Allah yang pasti dipenuhi, tidak mungkin Allah mengkhianati firman-Nya. Namun, bukan berarti ketika doa yang selama ini kita panjatkan tak kunjung terkabul lantas Allah diklaim sebagai sosok Tuhan yang mengkhianati firman-Nya. Akan tetapi kita harus memahami maksud dan arti dari ud'uni astajib lakum dalam surat al-Ghafir tersebut.

Kata ud'uni dalam tatanan bahasa Arab adalah bentuk fi'il amar (perintah). Sedangkan menjalankan perintah Allah adalah sebuah ibadah. Oleh karena itu ada ungkapan hadis yang berbunyi:

الدعاء مخ العبادة
Doa adalah intisari ibadah.

Dari sini para ulama menegaskan bahwa doa tidak melulu menjadi rangkaian kata-kata permintaan yang hanya dipanjatkan saat butuh. Tapi lebih dari itu, doa merupakan ibadah yang senantiasa harus selalu dijalani dan dilaksanakan sebagai simbol kepatuhan. Bahkan, dalam satu riwayat disebutkan bahwa Allah akan murka pada hamba-hamba yang enggan berdoa kepada-Nya.

Kemudian, kata "astajib lakum", secara ilmu Nahwu merupakan jawaban atas atas kata perintah "ud'uni" yang berada di sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa setiap doa yang dipanjatkan seorang hamba pasti dikabulkan. Dan bahkan Imam Ibnu Athaillah mengatakan, ketika Allah menggerakkan lidah seorang hamba untuk mengucapkan kalimat doa itu pertanda Allah ingin memberikan sesuatu kepada-Nya.

Namun, yang harus dipahami adalah Allah akan memberikan sesuatu yang Ia inginkan bukan yang kita inginkan. Sebab, terkadang apa yang kita pinta itu tidak baik bagi kita dalam pandangan Allah sehingga Allah akan memberikan barang lain yang dianggap lebih baik baginya. Dan Allah akan mengabulkan pada waktu yang Ia inginkan bukan waktu yang kita inginkan. Sebab pada dasarnya Allah akan memberikan sesuatu baik di waktu baik pula bagi kita.

Oleh karena itu, ketika doa yang selama ini kita panjatkan tak kunjung tiba maka pedoman inilah yang harus kita pegang agar kita tidak terjerumus dalam lembah su'ul adab pada Tuhan Sang Pencipta.

Thursday, 31 January 2019

6 Hari Penciptaan Langit dan Bumi dalam al-Quran


6 Hari Penciptaan Langit dan Bumi dalam al-Quran-Proses penciptaan alam semesta tidaklah instan seperti apa yang dibayangkan sebagian umat Islam. Bukan berarti Allah tidak mampu. Namun, agar manusia tahu bahwa di dunia ada proses-proses yang harus dilalui bukan instan langsung jadi. Juga sebagai pelajaran bagi mereka bahwa di dalam menggapai kesuksesan tidak mudah dan butuh proses.
Di dalam Alquran dijelaskan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi selama 6 hari. Dalam Alquran disebutkan:
اِنَّ رَبَّکُمُ اللّٰہُ الَّذِیۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ فِیۡ سِتَّۃِ اَیَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰی عَلَی الۡعَرۡشِ ۟ یُغۡشِی الَّیۡلَ النَّہَارَ یَطۡلُبُہٗ حَثِیۡثًا ۙ وَّ الشَّمۡسَ وَ الۡقَمَرَ وَ النُّجُوۡمَ مُسَخَّرٰتٍۭ بِاَمۡرِہٖ ؕ اَلَا لَہُ الۡخَلۡقُ وَ الۡاَمۡرُ ؕ تَبٰرَکَ اللّٰہُ رَبُّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Ia beristiwa di atas Arsy. Dia menutupkan malam pada siang dan mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan Semesta Alam.[1]
6 Hari Penciptaan Langit dan Bumi dalam al-Quran
Dalam riwayat-riwayat israiliyat, penciptaan alam semesta dimulai pada hari Ahad dan selesai dengan sempurna pada hari Jumat. dan pada hari jumatlah kejadian-kejadian penting terjadi, seperti penciptaan Nabi Adam dll. Sedangkan hari Sabtu terjadi kekosongan penciptaan. Sebab, ia adalah hari ketujuh sedangkan langit dan bumi diciptakan dalam masa enam hari.[2]
Baca Juga:

Namun, ini sedikit tidak masuk akal. Sebab, hitungan hari semacam ini bisa dimungkinkan apabila telah tercipta matahari. Sedangkan saat itu adalah masa-masa penciptaan alam semesta. Maka sangat tidak logis jika harus memahami enam hari dengan hitungan hari yang berlaku pada manusia seperti saat ini.
Untuk memahami maksud enam hari dalam surat al-A’raf itu maka diperlukan untuk melihat ayat lain yang dianggap senada. Sebab, terkadang penjelasan suatu ayat dapat ditemukan pada ayat lain. Dalam surat al-Hajj Allah SWT sedikit menyinggung tentang berapa lama kata ayyam (hari) yang dimaksud dalam Alquran. Allah berfirman:
 وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ 
Dan mereka meminta kepadamu agar adzab itu disegerakan padahal Allah sekali-kali tidak akan pernah menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kamu hitung.[3]
Namun, dalam ayat lain Allah mengatakan bahwa satu hari di sisi-Nya setara dengan lima puluh ribu tahun dalam hitungan manusia. Allah berfirman:
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Malaikat-malaikat dan jibril naik (mengahadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.[4]
Kedua ayat ini memberikan informasi yang berbeda mengenai kadar lama hari di sisi Allah jika konversikan pada hari-hari dunia. Ayat pertama mengatakan satu hari di sisi Allah setara dengan seribu tahun. Sedangkan Ayat kedua mengatakan setara dengan lima puluh ribu tahun.
Dalam menyikapi hal ini, para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Mujahid mengaitkan ayat pertama dengan proses masa penciptaan langit dan bumi. Sedangkan ayat kedua  di arahkan pada hari-hari di akhirat kelak. Dengan demikian, menurut mereka sebagaimana dikutib Syekh Wahbah al-Zuhaili, penciptaan langit dan bumi memakan waktu sekitar enam ribu tahun.[5]
Terlepas dari itu, ayat-ayat di atas menginfomasikan bahwa penciptaan langit dan bumi memakan waktu yang sangat lama, tidak instan. Hal ini menunjukkan bahwa proeses penciptaan Alam ini adalah fenomena yang luar biasa dan butuh perenungan lebih dalam agar iman di hati tetap terjaga dan menguat dari hari ke hari.



[1]Alquran, 7:54.
[2] al-Zuhaili, Tafsir al-Munir...,597.
[3] Alquran, 22:47.
[4] Ibid, 70:4.
[5] al-Zuhaili, Tafsir al-Munir...,598.

Tuesday, 29 January 2019

Teori Dentuman Besar, Penemuan Abad ke-20

Teori Dentuman Besar-Teori tentang alam semesta yang mula-mula diyakini sebagai sesuatu yang konstan, statis, abadi, tidak memiliki awal dan akhir telah tenggelam dengan penemuan masuk akal yang telah terbukti secara ilmiah di abad ke-20 ini.

Pada tahun 1920-an, seorang astronom sekaligus fisikawan asal Belgia, Abbe[1] Lemaître[2] mengemukaan teori tentang asal mula alam semesta yang telah menghancurkan teori matrealis abad ke-19.

Teori ini mengemukakan bahwa alam semesta ini mulanya berasal dari gumpalan superatom yang berukuran sangat kecil dengan volume nol. Gumpalan ini memiliki massa jenis yang luar biasa tinggi dengan suhu sekitar 1 trilyun derajat celcius. Superatom yang berukuran sangat kecil ini terus mengalami penambahan ukuran, hingga pada waktu 0 detik terjadi sebuah ledakan besar yang menjadi asal mula terbentuknya alam semesta ini.

Teori Dentuman Besar, Penemuan Abad ke-20

Ledakan besar atau  dentuman besar ini lebih dikenal dengan sebutan “Big Bang”[3]. Teori tidak berdiri sendiri melainkan berlandaskan teori lain seperti teori relativitas Einstein[4]. Selain itu, teori ini juga diperkuat oleh temuan-temuan ilmuwan lain seperti temuan Alexander Friedman pada 1922 dan temuan Edwin Hubble pada 1929 bahwa alam semesta mengembang.


Pada tahun-tahun berikutnya muncul ilmuwan bernama George Gamov yang menyatakan bahwa jika alam semesta ini tercipta dari sebuah dentuman besar, maka pasti ada sejumlah sisa radiasi dari dentuman tersebut. Dalam selang waktu yang tidak lama, Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan bentuk radiasi[5] yang tidak diketahui sumbernya dan menyebar secara merata di seluruh jagat raya. hal ini mereka temukan pada tahun 1965. Temuan Arno Penzias dan Robert Wilson ini diperkuat dengan pembuktian Nasa dan George Smoot pada 1989[6].

Pembuktian-pembuktian atas kebenaran teori Big Bang telah membuat banyak orang meninggalkan keyakinan lama mereka akan teori statis dan kebetulan yang lahir pada abad ke-19 tersebut. Tidak hanya itu, beberapa ilmuwan, astronom serta antropolog pendukung Teori Matrealis pun tampak bimbang dan ragu untuk mempertahankan teori lama yang akan usang tersebut. Dennis Sciama pendukung Hoyle[7] dan Teori Statis pun harus mengakui bahwa teori dan konsepsinya itu telah kalah dihadapan penemuan abad 20 yang telah terbukti secara ilmiah tersebut.
Teori Big Bang telah membuktikan bahwa alam ini memiliki permulaan. Dengan adanya permulaan, pasti ada ketiadaan sebelum semua itu bermula. Pernyataan-pernyataan inilah yang akhirnya akan membuktikan adanya penciptaan yang hanya mampu dilakukan oleh kekuatan lain yang bukan berasal dari alam ataupun yang sebangsa dengan hal yang ada di dalam alam. Kekuatan itu tidak lain adalah kekuatan yang berasal dari kekuatan yang hanya dimiliki oleh sang pencipta Allah SWT yang memiliki batasan dimensi, ruang maupun waktu.

Oleh: Ienash Huwaida Aziz



[1] Abbe berarti Imam atau pendeta
[2] Monsignor Georges Henri Joseph Édouard Lemaître. Lahir 17 Juli 1894 dan meninggal 20 Juni 1966. Lemaître adalah seorang imam, astronom dan profesor fisika di Universitas Katolik Leuven. Ia adalah orang pertama yang mengusulkan teori perluasan jagat raya yang seringkali disalahhubungkan dengan Edwin Hubble. Selain itu, ia juga merupakan orang pertama yang menemukan hukum Hubble dan membuat perkiraan konstanta Hubble pertama pada tahun 1927, dua tahun sebelum artikel Hubble diterbitkan. Lemaître juga mengusulkan teori ledakan dahsyat sebagai penjelasan mengenai asal usul alam semesta, yang ia sebut hipotesis atom primeval.
[3] Istilah “Big Bang” dicetuskan oleh Sir Fred Hoyle untuk merujuk pada teori Lemaître dalam suatu siaran radio BBC pada bulan Maret 1949.
https://id.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat                                                         
[4] Pada tahun 1915 Albert Einstein telah menyimpulkan bahwa alam semesta tidak mungkin statis dengan perhitungan-perhitungan berdasarkan teori relativitas yang baru ditemukannya (yang mengantisipasi kesimpulan Friedman dan Lemaitre).
[5] Radiasi tersebut adalah radiasi latar gelombang mikro kosmik (Cosmic Microwave Background Radiation/CMBR).
Nida Ulkhusna, Konsep Penciptaan Alam Semesta (Studi Komparatif Antara Teori-M Stephen Hawking dengan Tafsir Ilmi Penciptaan Jagat Raya, Kementrian Agama RI). 2013. 22.
[7] Sir Fred Hoyle adalah astronom berkebangsaan inggris yang mengemukakan teori keadaan stabil atau Steady State pada pertengahan abad ke-20 yang menentang  terori Big Bang.

Saturday, 26 January 2019

Analisa: Matrealisme Abad ke-19

Matrealisme Abad Ke 19-Selama berabad-abad manusia mencari-cari asal mula terciptanya alam semesta ini. Beberapa saintis, filosofis hingga teologis berusaha mengungkap rahasia besar ini. Maka dapat dikatakan bahwa ada tiga macam konsepsi tentang alam semesta, yaitu: konsepsi ilmiah, konsepsi filosofis, dan konsepsi religius[1]. Pada abad ke-19 muncul teori Matrealisme yang mencoba mengungkap hal ini dengan mengemukakan dua gagasan pokok yaitu[2]:

Friday, 25 January 2019

Ayat-Ayat Kauniyah atau Kosmologi (Penciptaan Alam) dalam al-Quran

Ayat-Ayat Kauniyah atau Kosmologi (Penciptaan Alam) dalam al-QuranSampai detik ini, teori-teori kosmologi yang di bawa para ilmuan Barat modern ke panggung dunia masih sangat kering dari pemaknaan hakiki tentang mengapa alam semesta ini diciptakan. Pengeringan makna ini dimotori oleh latar belakang pengamat dan objek yang tengah diamati serta rangkaian metode yang gunakan dianggap mengalami dikotomi. Akibatnya, makna hakiki yang menjadi puncak pencarian harus tereduksi hanya gara-gara ambisi yang menggebu-gebu untuk mengklaim temuannya sebagai hak milik individu yang tidak boleh diotak-atik.[1]

Thursday, 24 January 2019

Amalan Doa Rahasia Paling Cepat Dapat Jodoh (Wanita atau Pria) dari Habib Novel Alaydrus

Amalan Doa Cepat Dapat Jodoh (Wanita atau Pria) dari Habib Novel Alaydrus - Persoalan jodoh termasuk persoalan yang gampang-gampang susah. Terkadang, mereka yang memiliki hasrat menggebu-gebu untuk mencari pasangannya ternyata tidak kujung tiba. Banyak rintangan-rintangan yang kerap menghalanginya. Namun sebaliknya, orang yang tidak terlalu ambisi dan bahkan cenderung masih belom mau dan siap malah ia disegerakan untuk bertemu pasangannya.

Persoalan jodoh ibarat rizqi. Meskipun telah diatur dan ditetapkan oleh Allah tetap harus ada usaha untuk menjemputnya sebagai pintu yang menjembatani antara takdir Allah dengan manusia. Sungguh aneh mereka yang hanya mengandalkan doa tanpa ada usaha. Usaha disini bukan berarti harus pacaran terlebih dahulu. Sebab jelas, pacaran adalah perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT.

Amalan Doa Rahasia Paling Cepat Dapat Jodoh (Wanita atau Pria) dari Habib Novel Alaydrus

Beberapa hari yang lalu, Habib Novel Alaydrus dari Solo sempat menjelaskan rahasia dan amalan agar cepat mendapat jodoh, cepat menikah dan dipertemukan dengan pasangan yang diinginkan dan telah ditakdirkan. Dalam penyampaianya, ada beberapa poin yang bisa kami simpulkan. Sebagaimana berikut:

Buat Keputusan Tahun Ini Mau Nikah

Hendaknya kita harus punya target terpebih dahulu. Beri keputusan bahwa tahun ini akan menikah melangsungkan sunnah Rasul. Kesampingkan dulu keberadaan calon. Ada dan tidak ada calon kita harus punya komitmen yang kuat untuk menikah tahun ini atau tahun depan.

Baca Juga:

Jangan Banyak Mikir

Terkadang, kita sulit mendapat jodoh dan tidak kunjung menikah padahal usia sudah agak tua hanya gara-gara idealisme tinggi yang mengganggu kita. Memang secara fitrah manusia ingin memilik pasangan yang cantik/ganteng, taat beragama (sholih atau sholihah) kaya, dan nasab tinggi, dan itu tidak salah. Namun kita harus tau diri, siapa kita, punya apa kita, segangteng atau secantik apa kita, dan siapa nasab kita.

Jangan sampai idealisme itu mengalangi dan memperlambat pertemuan kita dengan kekasih. Bersikap apa adanya dan tahu diri adalah sikap terbaik yang bisa kita ambil. Yang terpenting adalah kekuatan Agama pasangan kita. Sebab hanya dengan Agama ini kita akan selalu merasa bahagia dengannya baik di dunia terlebih di akhirat.

Amalan Doa Paling Cepat Dapat Jodoh (Wanita atau Pria) dari Habib Novel Alaydrus

Kalau memang telah menemukan calon pasangan yang taat beragama jangan terlalu banyak mikir. Datangi orang tuanya, dan nyatakan bahwa Anda mau melamar dan menikahi putrinya. Jangan pernah menunda-nunda kebahagiaan.

Begitu juga jangan pernah memikirkan takut tidak makan, tidak bisa menafkahi, dan beranggapan "Mau dikasih makan apa anak orang". Anggapan-anggapan semacam ini adalah kekeliruan besar. Seakan-akan meragukan kekayaan Allah untuk menghidupi dan mencukupi kebutuhan manusia. Mintalah pada Allah Sanga Maha Kaya. Terlebih Allah telah memerintahkan untuk menikah dengan jaminan rizqi sebab Fadhal Allah, bukan sebab kepintaran, kecerdasan dan kekayaan kita.

Doa dibuat Simple

Doa adalah senjatanya orang mukmin. Usaha tanpa doa adalah kesombongan. Sebagai umat Muslim seharusnya kita selalu memasrahkan usaha kita kepada Allah, Tuhan Sang Pencipta alam. Pemasrahan itu harus selalu ditopang dengan kekuatan Doa. Namun, jangan buat doa kita menjadi penghalang bagi keinginan kita (cepat ketemu jodoh, cepat menikah dan lain-lain). Terkadang kita sulit bertemu dengan jodoh disebabkan doa kita yang sangat idealis. 

Sering kita berdoa agar dapat jodoh yang tampan atau cantik, kaya, berkahlak, taat beragama, memiliki nasab tinggi. Doa-doa semacam ini cenderung memperlambat kita untuk menikah. Sebab, manusia yang memiliki kriteri-kriteri di atas sangat minim dan tidak banyak ditemukan. Terkadang taat beragama namu parasnya tidak sesuai harapan. Adalagi cantik atau tanpan dan kaya tapi ibadahnya bolong-bolong. Dan hal itu wajar, karena pada dasarnya manusia memang diciptakan serbab kekurangan. Manusia diperintah menikah untuk menyempurnakan dan melengkapi kekurangan pasangan.

Berdoalah dengan simpel, semisal Ya Allah, berikanlah aku jodoh yang bida membahagiakan ku di dunia dan di akhirat. Doa semacam ini cenderung lebih general. Dalam arti masih banyak manusia yang memenuhi kriteri-kriteri doa semacam ini. Sehingga potensi cepat nikah, cepat bertemu jodoh, didekatkan dengan jodoh yang diinginkan terbuka lebih lebar lagi.

Minta Doa Orang Tua

Orang tuan memiliki peran penting putra-putrinya. Bahkan doa sangat mustajab, cepat terkabul. Oleh karena itu, bagi kita yang hendak mencari pasangan seyogyanya meminta doa dari orang tua, khususnya ibu. Tapi dengan doa-doa yang simple dan tidak rumit seperti yang dijelaskan pada sub sebelumnya.