Wednesday, 29 July 2020

Latar Belakang Munculnya Berbagai Corak Tafsir

Apa yang melatar belakangi munculnya berbagai macam corak tafsir?

Pada dasarnya, kitab suci Alquran merupakan pedoman atau petunjuk bagi seluruh umat manusia sepanjang masa. Oleh karena itu, teks Alquran harus mampu berdialek dengan konteks yang terus berkembang dan terus berubah hari demi hari. Sehingga meniscayakan adanya ragam interpretasi demi mewujudkan slogan Shalihun likulli zamanin wa makanin. 

Seca global, ada dua faktor yang melatarbelakangi munculnya perbedaan-perbedaan penafsiran terhadap ayat Alquran, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi ragam Qiroah yang berjumlah tujuh (menurut pendapat yang masyhur), jens teks dan kandungan makna. Adapun faktor eksternal yang dapat memicu perbedaan tafsir adalah subjektifitas mufassir yang disebabkan perbedaan sosiol-kultural, bacaan, kemampuan berfikir, dugaan dan lain-lain. Di samping itu, persinggungan umat Islam dengan persia, romawi dan Barat juga merupaka faktor internal yang memicuk timbulnya ragam tafsir. Termasuk juga teologi dan sikap politik yang dianut oleh mufassir.

Latar Belakang Munculnya Berbagai Corak Tafsir


Sekedar contoh, untuk mengurai salah satu faktor eksternal di atas, adalah hasil interpretasi sekte syiah saat menafsirkan kata Ulil Amri dalam surat al-Nisa' ayat 59 yang berbunyi:
(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ أَطِیعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِیعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِی ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَـٰزَعۡتُمۡ فِی شَیۡءࣲ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِۚ ذَ ٰ⁠لِكَ خَیۡرࣱ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِیلًا)
[Surat An-Nisa' 59]

Menurut mereka, Ulil Amri dalam ayat di atas adalah Imam Ali dan para penerusnya. Interpretasi ini muncul karena memang dalam keyakinan mereka Ali bin Thalib adalah satu-satunya sahabat yang paling berhak mengganti Rasulullah pasca Beliau wafat karena telah mendapat wasiat. Abu Bakar, Umar dan Usman adalah perampas jabatan. Hal ini tentu berbanding balik dengan interpretasi para ulama Ahlussunnah wal jamaah yang mengatakan Ulil Amri dalam ayat di atas adalah para para Hukkam (Hakim) atau para ulama yang mengamalkan ilmunya. Interpretasi ini  disampaikan oleh al-Biqa'i dalam kitab Nadz al-Durar.

Dari sini, kita memahami bahwa teologi, lingkungan, bacaan, budaya dan lain sebagainya merupakan faktor eksternal yang melahirkan ragam interpretasi terhada ayat ayat Alquran.

Artikel Terkait

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon