loading...

Sunday, 11 February 2018

Siapa Suami Siti Khadijah Sebelum Menikah Dengan Nabi Muhammad?


Siapa Suami Siti Khadijah Sebelum Menikah Dengan Nabi Muhammad?-Khadijah binti Khuwailid adalah sosok wanita agung yang menjadi labuhan pertama hati baginda Nabi Muhammad SAW. Ia berparas cantik, anggun, cerdas, dan kaya raya. Beliau memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam yang waktu itu masih minoritas. Beliau juga adalah orang pertama yang membenarkan dan beriman dengan kerasulan Nabi Muhammad dari kalangan wanita.

Siapa Suami Siti Khadijah Sebelum Menikah Dengan Nabi Muhammad?

Bagi Siti Khadijah, perniakahannya dengan Nabi Muhammad bukanlah pernikahan pertama dalam hidupnya. Sebelum itu, beliau sudah pernah menikah dua kali. Bahkan dengan suaminya yang pertama, beliau dikaruniai dua orang anak, yakni Halah dan Hindun. Lantas siapa nama kedua suami Siti Khadijah sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW tersebut?

Dalam kitab Usdul Ghobah, Imam al-Baihaqi pernah menyinggung bahwa sebelum menikah dengan Nabi Muhammad r Siti Khadijah R.A pernah menikah sebnayak dua kali. Pertama dengan ‘Atiiq bin ‘Aidz bin Makhzuum. Lalu melahirkan putri Hindun, Ibu Muhammad bin Shaifi dan yang kedua dengan Abu Haalah Bin Zaraarah at-Tamimy. Redaksi aslinya sebagai berikut:

قد روى يونس بن بكير عن ابن إسحاق قال : " وكانت خديجة قبل أن ينكحها رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تحت عتيق بن عائذ ، فولدت له هند بنت عتيق ، ثم خلف عليها بعد عتيق أبو هالة مالك بن النباش بن زرارة التميمي الأسدي ، فولدت له هند بن أبي هالة " أسد الغابة " (7/80)

Diriwayatkan oleh Yunus bin Bukair dari Ibnu Ishaq beliau berkata “ Khadijah sebelum menikah dengan  baginda Nabi berada dalam pernikahan ‘Atiiq bin ‘Aaid Bin Makhzuum, lalu melahirkan Hindun bin Atiq. setelah ia meninggal, Khadijah menikah dengan Abu Haalah Malik bin an-Nabbasy bin at-Tamimy dan dikarunia anak Hindun binti Abi Halah”

Baru setelah Atiiq dan Abu Halah, Siti Khadijah dipersunting oleh baginda Nabi Muhammad r dan melahir beberapa orang putra putri, salah satunya Siti Fatimah Azzahra’. Wallahu A’Lam


Load disqus comments

0 komentar