Najapedia

Referensi Dan Panduan Online

Hukum Merayakan ( Peringatan ) Isra' Mi'raj Bukan Bid'ah


merayakan dan peringatan isra' mi'raj bukan bid'ah
isra' mi'raj
Hukum Merayakan  Isra' Mi'raj Bukan Bid'ah-Isra’ mi’raj adalah salah satu dari tiga perjalanan nabi Muhammad  yang sangat bersejarah bagi umat muslim, dimana pada perjalanan ini Rosulullah SAW mendapatkan perintah wajib sholat lima waktu. Pada dasarnya , isra’ dan mi’raj adalah 2 lafadz yang memiliki arti atau makna yang beda, namun kedua lafadz ini sering di gandeng sebab terjadi bersamaan pada suatu malam ( isra’ kemudian mi’raj )
Secara istilah isra’ memiliki atau makna suatu pejalanan nabi Muhammad SAW pada malam hari dari masjidil haram menuju masjidi al aqsho, sedangkan mi’raj bermakna naik nabi dari masjidil aqsho ke sidrotul muntaha / langit yang ketujuh dengan menunggangi buroq. Hal ini di abadikan dalam al quran ;
Manurut mayortas ulama , peristiwa isra’ mi’raj adalah perjalanan yang di lakukan oleh rosulullah SAW secara nyata ( ruh dan jasad ) bukan sekedar mimpi belaka. Perjalanan ini adalah perjalan terhebat yang penuh hikmah, banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa isra’ mi’raj nabi ini.

Hukum memperingati isra’ mi’raj


Dari beberapa tujuan dan maksud memperingati malam isra’ mi’raj nabi Muhammad SAW adalah ungkapan sebuah rasa syukur yang sangat mendalam kepada Allah SWT yang telah memerintahkan umat islam untuk selalu mendirikan sholat lima waktu, di samping mempeerbaiki sholat yng telah di laksanakan, serta merenungi hikmah-hikmah yang tersimpan dalam perintah sholat.

Peringatan isra’ mi’raj dalam amliayah masyarakat selalu di isi dengan kegiatan-kegiatan kegamaan seperti khotmul quran, ceramah agama yang di bawakan oleh para kiyai dan habaib dll yang sangat di anjurkan oleh nabi Muhammad SAW ( tanpa ada unsur kemungkaran terhadap agama )

Menurut KH ahmad ghazalie masroeri  katib syuriyah PBNU masa KH. Abdurrohman wahid , peringatan isra’ mi’raj yang sedemikian bukanlah bid’ah,beliau menyitir satu riwayat , ketika nabi isa AS di minta umatnya untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan makanan dari langit untuk menambah keyakinan merek. “ nabi isa berdoa dan akhirnya di turunkanlah makanan, lalu setiap hari turun nya makanan pada waktu itu selalu di peringati sebagai ungkapan rasa syukur” apalagi turunnya sholat.

Pada dasarnya bid’ah menurut imam syafi’I terbagi menjadi 2 bagian yang pertama adalah bid’ah hasanan yaitu sesutau yang baru ( tidak pernah di lakukan nabi ) namun mengndung kebjikan yang tidak menyalahi sedikitpun dari al quran, hadis, atsar para shabat dan ijma’ ulama ). Sedangkan yang kedua adalah bid’ah dholalah atau madzmumah yaitu sesuatu yang baru dn menylahi al quran , hadis , atsar sahabat dan ijma’ ulama )

Dalam kitab at taisir bi syarhil jami’ as shoghir lil munawi  di sebutkn bahwa hadist “ setiap yang baru dalam islam adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat “ di arahkan kepada setiap bid’ah yang setiap perbuatan yang di ada ada yang tidak ada dalam al quran, hadis, ijma’ dan menyalahi syariat.


Demikian ulasan singkat tentang “Hukum Merayakan ( Peringatan )  Isra' Mi'raj Bukan Bid'ah “semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a’lamu bisshowab.
Tag : Akidah, Aswaja
0 Komentar untuk "Hukum Merayakan ( Peringatan ) Isra' Mi'raj Bukan Bid'ah"

Back To Top